Tahun Ajaran Baru, PTKIN Sediakan 7.000 Kursi Penerima Bidikmisi

0
22
Pegang mik – Ketua Umum Prof. Abdul A’la dan Koordinator SPAN-UM PTKIN Syamsul Huda saat Press Conference Gedung Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya.
(foto, Syamsul LJ)

Lingkarjatim.comPendidikan – Panitia seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) menyediakan kuota sebanyak 39.388 kursi untuk mahasiswa baru di tahun ajaran mendatang. 7.000 kursi untuk penerima Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi).

Ketua umum UM PTKIN 2017 Prof. Abd A’la mengatakan, pendaftaran mahasiswa baru dimulai dari tanggal 10 April – 10 Mei 2017, dan ujiannya dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2017. Namun menurutnya sampai hari ini masih ada sekitar 25.000 pendaftar yang masuk.

“Kuota yang disediakan sebanyak 39.388 kursi, sedangkan dalam merekrut calon penerima Bidikmisi ada perubahan dibandingkan tahun lalu,” ujarnya saat Press Conference di gedung Twin Tower UINSA, Kamis (27/04/2017).

Dikatakannya, tahun ini penitia menyediakan 7.000 kuota bidikmisi melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan UMPTKIN yang tersebar di 55 PTKIN Se-Indonesia dengan pola perekrutan yang berbeda. Perbedaanya adalah kalau di tahun 2016 harus diterima dulu di PTKIN baru bisa mendaftar program Bidikmisi, namun untuk tahun ini peserta bisa mendaftar UMPTKIN sekaligus mendaftar bidikmisi. Sehingga lanjutnya, pendaftar tidak perlu membayar uang registrasi.
“Di website UM PTKIN sudah disediakan jalur khusus Bidikmisi,” ungkap Rektor UINSA ini.

Sementara itu, Koordinator UM PTKIN Syamsul Huda mengatakan, panitia hanya memfasilitasi dalam proses seleksi yang berkaitan dengan data faktual, sedangkan verifikasi yang lainnya Perguruan Tinggi masing-masing yang melaksanakan.

“Untuk verifikasi di lapangan nanti diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 1 UINSA ini menjelaskan, rumus untuk bisa diterima di program Bidikmisi adalah harus lulus seleksi Bidikmisi dan UMPTKIN.

“Mereka harus lulus keduanya, seumpama Bidikmisi lulus tapi UMPTKINnya tidak lulus, maka peserta tersebut dianggap tidak lulus,” tegasnya.

Reporter : Syamsul

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here