Mantan Kades Ungkap Dugaan Kebobrokan Penggunaan Dana Desa di Kresek Tangerang

0
63

TANGERANG, infotangbar.com – Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kresek diduga melanggar peraturan dalam penggunaan dana desa. Hal ini mantan Kepala Desa Kresek Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang, Mugeni.

“Saya berani pastikan banyak kades di Kresek menyalahi prosedur dalam penggunaan dana desa. Ini karena diantara mereka tidak pernah menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dan tidak melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)-nya,” tutur Mugeni yang juga pernah menjabat Wakil Ketua BPD Kresek.

Dia membeber, di wilayah Kresek ini malah ada seorang Kades yang bertahun-tahun tidak pernah menggelar Musdes. “Pertanyaannya, bagaimana APBDes bisa disahkan kalau BPD tidak pernah diajak Musdes,” ujarnya. Sebab, APBDes harus disahkan oleh BPD dan kepala desa.

“Kalau ada APBDes bertahun-tahun dijalankan, tapi tidak ada persetujuan BPD apa itu sah? Bisa saja tandatangan BPD dipalsukan agar APBDes itu bisa dicarikan dananya,” jelas Mugeni.

Diuraikan, dalam PP No. 60/2014 Pasal 1 ayat 2 disebutkan, Dana Desa adalah Dana yang bersumber dari APBN dan dana tersebut ditransfer lewat APBD Kabupaten/Kota. Kemudian dalam pasal 6 disebutkan Dana Desa itu selanjutnya ditransfer ke APB Desa. Dana itu untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi, dana itu untuk mensejahterakan perekonomian desa, dan BPD berhak mengawasi. Karena itu, agar tidak diangap sebelah mata oleh kades, BPD harus melakukan pengawasan penggunaan Dana Desa secara tegas,” urainya.

Hal ini diatur dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 55 disebutkan BPD mempunyai fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, BPD berhak membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, dan BPD mempunyai kewenangan pengawasan kinerja Kepala Desa.

“Jadi kalau ada kepala desa yang tidak pernah melibatkan BPD dalam penggunaan dana desa, itu adalah pelanggaran dan bisa dijerat hukuman pidana,” tegas Mugeni.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here